Video Conference dengan Plugin Bigbluebutton di Moodle

Video Conference dengan Plugin Bigbluebutton di Moodle – BigBlueButton Mendukung berbagi audio dan video VoIP, termasuk pointer, zoom dan gambar, berbagi desktop, dan FreeSWITCH dalam obrolan publik dan pribadi. Presentasi dengan fitur papan tulis tingkat lanjut seperti PDF dan dokumen Microsoft Office. Selain itu, pengguna dapat bergabung dalam rapat dari satu atau dua audiens menengah.

Video Conference
Video Conference

Publik memungkinkan pengguna mengakses obrolan suara dengan aplikasi Video Conference. Bagikan webcam Anda dapat mengangkat tangan dan berbicara dengan orang lain. Pengguna mediasi lebih cenderung memblokir atau memblokir orang lain. Aktif, Anda bisa memisahkan orang dari rapat dan menjadikannya penyaji saat ini. Presenter dapat mengontrol presentasi dengan mengupload slide.

Komponennya adalah open source, tetapi klien BigBlueButton. Plugin browser langsung untuk server BigBlueButton platform Adobe Flash. Dapat diinstal dari sumber daya Ubuntu atau paket menggunakan 64-bit Ubuntu 10.04 BigBlueButton. Dapat diunduh ke VMware Player sebagai mesin virtual (VM) yang dapat dimainkan di PC dan komputer Unix, dan server VMWare Fusion BigBlueButton.

Dapat juga berjalan di lingkungan cloud seperti Amazon EC2 dengan menginstal instance Ubuntu 10.04 64-bit. BigBlueButton, sering digunakan untuk pembelajaran jarak jauh melalui E-Learning, pertemuan/rapat melalui web conference dan seterusnya, karena BigBlueButton mendukung presentasi berupa format dokumen Microsoft Office maupun Open Office.

Selain itu penggunanya juga bisa berkonferensi dengan satu atau dua peranan, yaitu sebagai viewer atau sebagai moderator. Jika Anda menggunakan E-Learning Moodle, Anda bisa menambahkan aktivitas web conference ini pada course Anda untuk melakukan tatap muka secara virtual dengan menggunakan plugin BigBlueButton ini. Berikut langkah-langkah instalasinya :

Seperti apa Video Conference dengan Plugin Bigbluebutton di Moodle?

Melakukan Instalasi BigBlueButton Pada Moodle

  • Download-lah Plugin BigBlueButton di sini dan (pilihlah sesuai dengan versi Moodle Anda).
  • Extractlah mod_bigbluebuttonbn_moodle24_2012120100 tersebut pada folder moodle/mod.
  • Loginlah Administrator dan klik Menu Site Administration > Notifications.
  • Pada halaman Notifications, akan muncul plugin baru BigBlueButton, dan klik tombol Moodle upgrade. Dan tunggulah sebentarsampai muncul tampilan berikut :
  • Setelah sukses pilih tombol Continue.
  • Selanjutnya pada halaman New settings – BigBlueButtonBN, lakukan pengaturan untuk server BigBlueButton yang akan Anda gunakan dan masukkan security salt-nya. Atau mencobanya, biarkan seperti Defaultnya, dan klik Save changes.
  • Klik Register Your site untuk melakukan Registrasi situs ke moodle.org
  • Isilah data Anda pada form di halaman Register with Moodle.org
  • Jika sudah klik Register with moodle

Cara Menampilkan BigBlueButton Pada Daftar Activity Anda di Moodle

  • Klik Save.
  • Masuklah ke dalam course Anda.
  • Buatlah aktivitas baru dengan mengeklik Add an activity, dan pilihlah BigBlueButton.
  • Isilah formulir isian seperti biasanya ketika Anda membuat aktivitas baru di Moodle.
  • Jika sudah klik Save and return to course.

Untuk memulainya, klik Web Conference pada daftar aktivitas course Anda, dan tunggulah sebentar.. sistem sedang melakukan koneksi ke server BigBlueButton. Selanjutnya, jika ada tampilan Setting Adobe Flash Player, maka lakukan penyettingan berikut : (Jika tidak, langsung ke langkah 7 di bawah)

  • Buka Flash Player Anda (klik Start ketik Flash player)
  • Klik tab camera and microphone dan klik tombol Camera and microphone settings by site, maka akan muncul kotak dialog berikut :
  • Kik test-instal.blindnetworks, dan pilih Allow pada pilihan When selected site wants to use a camera or microphone.
  • Klik Close.
  • Lakukan hal yang sama pada tab Playback
  • Selanjutnya kembalilah ke halaman BigBlueButton dan Refresh-lah. Maka proses sebelumnya (koneksi ke server) akan diulang.

Dengan menggunakan BigBlueButton ini, Anda bisa melakukan video conference dengan lebih dari 20 siswa Anda dan sekaligus dapat mempresentasikan bahan ajar ataupun menuliskan pada papan tulis yang sudah disediakan oleh BigBlueButton. Perangkat lunak berbasis web Video Conference dapat dengan mudah digunakan dengan situs Moodle untuk membangun sistem manajemen pembelajaran virtual interaktif video langsung. Software Seminar Video Conference Online sangat bagus.

Untuk mempertemukan orang-orang yang jauh secara fisik dalam rapat , konferensi , pelatihan , acara langsung , pembinaan , perekrutan , konsultasi , dan tentu saja obrolan komunitas biasa. Edisi Video Conference ini terintegrasi ke dalam Moodle sebagai modul aktivitas sehingga ruang konferensi video dapat ditambahkan ke kursus sebagai aktivitas.

Kami merekomendasikan penggunaan ini dengan versi Moodle terbaru. Telah diuji dengan Moodle 2.0.1+. Semua kode integrasi modul php disediakan dengan kode sumber lengkap di bawah GPL (bebas digunakan dan diedit). Anda akan menemukan beberapa detail tentang aktivitas modul Moodle Video Conference di halaman dokumentasi ini: demo, cara menginstal.

Cara mengkonfigurasi, cara menggunakan , pengaturan aktivitas dan izin , cara menyesuaikan , cara menghapus/meningkatkan , semua plugin VideoWhisper untuk Moodle . Sebelum memasang, pastikan lingkungan hosting Anda memenuhi semua persyaratan . Selain persyaratan hosting web Moodle, aplikasi ini membutuhkan server media flash RTMP yang didukung (Red5, Wowza, Adobe).

Pengertian

BigBlueButton mendukung beberapa sharing audio dan video, presentasi dengan kemampuan papan tulis yang diperluas seperti pointer, zooming dan drawing chat publik dan pribadi, sharing desktop, VoIP terintegrasi menggunakan FreeSWITCH, dan dukungan untuk presentasi dokumen PDF. Pengguna dapat memasuki konferensi di salah satu dari dua peran: pemirsa atau moderator.

Apa Saja Aplikasi Video Conference dengan Plugin Bigbluebutton di Moodle?

Teknologi komunikasi data yang menghubungkan dua atau lebih tempat dan dapat berinteraksi secara visual dan suara secara bersamaan melalui media jaringan telekomunikasi digital. Komunikasi bersifat real time, full duplex, concurrent. Beberapa fitur utamanya adalah:

  • Aktivitas BigBlueButton dapat diintegrasikan ke dalam kursus Moodle
  • Fitur papan tulis untuk menyoroti hal-hal penting (presentasi bergaya papan tulis)
  • Mendukung berbagi layar dan penggunaan mikrofon atau webcam secara bergantian
  • Merekam sesi dan menyimpannya secara online
  • Kelas penyiaran di Moodle untuk ditonton/ditonton ulang secara langsung atau dari rumah

Tingkatkan pembelajaran kolaboratif dengan alat konferensi web

BigBlueButton adalah solusi konferensi web sumber terbuka untuk pembelajaran online yang menyediakan berbagi audio, video, slide, papan tulis, obrolan, dan layar. Ini juga memungkinkan peserta untuk bergabung dalam konferensi dengan webcam mereka dan mengundang pembicara tamu.

Membuat BigBlueButton Web Conference Kolaborasi

Agar web conference yang telah kita bangun ini memiliki otentifikasi untuk usernya. Bagi Anda yang tiba-tiba nyasar ke tulisan ini, sangat disarankan untuk mengawalinya dengan membaca serial ini, agar tak hilang arah. Simpelnya gini, kalau instalasi defaultnya BBB kan tidak ada seting password sehingga semua user yg bisa masuk dalam conference kita. Nah, dengan sedikit trik, kita bisa mengeset agar BBB memiliki syarat akun, agar tidak semua orang/user bisa ngikut.

Caranya adalah kita bisa melibatkan wordpress (WP) dalam BBB kita. Nah lho, maksudnya piye ?. Anggap saja sebagai interface awalnya adalah wordpress (untuk otentifikasi user-password) kemudian kita panggil BBB lewat wordpress kita. Bagi Anda yang belum pernah instalasi CMS wordpress disarankan untuk nyobain dulu “rasanya” install dan konfigurasi wordpress.

Selain Zoom, Ini 5 Aplikasi Video Conference

Skype

Aplikasi besutan Microsoft ini bsia menjadi referensi ketika hendak melakukan meeting online berbasis panggilan video dengan maksimal 25 oranag sekaligus. Anda bisa mengaksesnya dari smartphone, PC, hingga TV.

Teams

Sama seperti Skype, Teams juga milik Microsoft. Bedanya, Teams menjangkau lebih banyak pengguna, bisa sampai 10 ribu dalam sekali panggilan. Ini menjadi jawaban bagi Anda yang ingin melakukan live conference sekaligus.

Google Meet

Platform Google yang sebelumnya bernama Google Hangouts ini juga mampu melakukan panggilan video. Keunggulannya dari aplikasi Google Meet ini yaitu terintegrasi langsung dengan Google+ dan Gmail. Jadi, disisi akses sangat mudah bagi Anda, cukup dengan Gmail ataupun Google+.

Google Duo

Berbeda dari Meet, Google Duo hanya mampu mengundang partisipan secara kecil, maksimal 12 pengguna saja. Sehingga Anda tidak dapat berkomunikasi dengan lebih banyak pengguna lagi. Aplikasi panggilan video ini tersedia bagi beberapa jenis perangkat, diantaranya Android, iOS, tablet dan Website.

Cisco Webex

Mungkin aplikasi Video Conference ini terdengar asing, namun melalui panggilan video mampu mengajak hingga 100 partisipan. Ini akan dikenakan biaya berlangganan bagi pengguna. Layaknya Zoom, Cisco Webex juga memungkinkan para penggunanya untuk berbagi layar kepada peserta lain. Sehingga Anda dapat berkomunikasi dengan mudah.

Tips anti gagal mengisi soal essay yang dibuat menggunakan Google Form

Artikel ini ditulis berdasarkan pengalaman penulis sendiri sebagai pendidik yang menggunakan aplikasi google form sebagai media memberikan soal essay kepada peserta didik.

Ada satu masalah yang dikeluhkan oleh peserta didik saat mengisi soal essay melalui google form, yaitu:

Saat sedang enak-enaknya mengisi soal, tiba-tiba koneksi wifi atau internet terputus sehingga gagal mengirim ataupun force close dari form dan terpaksa menunggu koneksi dan mengulang kembali.

Kebayang nggak, kalo soal essay-nya ada 50 dan jawaban-jawabannya rata-rata tujuh sampai delapan baris, gara-gara koneksi terputus dan force close sementara udah mengisi sampai nomor 49, tangan udah serasa “patah” (lebay ah) mengetik dan harus mengulang lagi dari awal, belum lagi kalo pendidiknya kasi batasan waktu aktif link soalnya sampai jam sekian. Mending jangan dibayangkan deh.

Pak, jelasin donk cara anti gagal isi essay di google form.

Oke deh, to the point aja yah bro and sist. Mudah banget caranya. Langkah awal yang harus kamu lakukan adalah sebisanya kamu mengisi form tersebut menggunakan Laptop or PC. Jalankan Aplikasi Microsoft Word or Notepad di Laptop/PC kamu. Trus jawablah pertanyaan essay tersebut dengan mengetik di Word or Notepad kamu, jangan lupa save secara berkala kalo baterai laptop kamu udah soak, atau PC kamu nggak pake UPS supaya filenya aman.

Naah, setelah kamu selesai mengisi semua soal (mengetiknya di word) sekarang kamu tinggal Copy Paste aja dari Word ke kolom jawaban pertanyaan Essay tersebut. Setelah selesai semuanya baru deh kamu tekan tombol Submit/Kirim jawaban kamu. Jadi kalo tiba-tiba koneksi terputus trus kamu gagal mengirim jawaban, kamu tidak perlu mencari jawaban lagi, cukup copas dari file word yang kamu ketik tadi, mudah bukan?

Gimana kalo nggak punya Laptop/PC?

Kalo tidak punya Laptop ataupun PC, kamu bisa memanfaatkan aplikasi catatan di Smartphone kamu. Jangan pakai Smartphone doank donk, penggunanya juga harus lebih smart.

Nah itu tadi tips anti gagal isi soal essay yang dibuat menggunakan Google Form, mudah bukan. Kalo ada yang masih kurang jelas, silahkan scrool ke bawah dan tinggalkan komentar. Salam sintangweb.

DIY Hand Sanitizer murah meriah dan mudah dibuat.

Merebaknya kasus suspec virus Corona dan tidak kebalnya Indonesia terhadap ancaman virus ini telah membuat orang-orang berlomba-lomba untuk melakukan pencegahan dini agar tidak terjangkit virus berbahaya ini. Beberapa upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan masker dan membersihkan tangan menggunakan hand sanitizer. Namun masalahnya, ketakutan berlebihan terhadap ancaman virus ini telah membuat orang-orang menimbun dan memborong dua produk ini, masker dan hand sanitizer, sehingga pada saat artikel ini ditulis di Sintang, penulis telah melakukan cek ke beberapa Indomaret dan Alfamart termasuk supermarket yang besar di sintang dan penulis tidak menemukan hand sanitizer, mengenai masker memang penulis tidak mencarinya, tapi dari pembicaraan mulut ke mulut yang belum bisa dipercaya dikatakan bahwa masker pun sulit di dapat di kota Sintang untuk saat ini.

Mending bikin DIY Hand Sanitizer

Akhirnya dari pada pusing mending saya bikin sendiri (DIY, Do it Yourself) Hand Sanitizer dengan bahan-bahan yang sangat mudah di dapat yaitu:

  • 1 Botol Alkohol 70% antiseptic
  • 1 Botol Aloe Vera merek Citra
  • 1 botol kosong bekas Hand sanitizer merek Ant*s
  • Mangkok yang bersih
  • Sendok makan yang bersih

Jadi item-item tersebut tidak sampai 50rb harganya dan ada dijual di Indomaret ataupun Alfamart.

Bahan-bahan DIY Hand sanitizer

Cara membuat DIY Hand Sanitizer, bagaimana?

Langkahnya sangat mudah sekali simak di bawah ini:

  1. Siapkan mangkok kaca transparan dan sendok makan yang bersih.
  2. Tuangkan 8 Sendok makan Alkohol ke dalam mangkok.
  3. Tuangkan 4 Sendok makan Aloe Vera ke dalam mangkok.
  4. Aduk sampat merata.
  5. Segera masukkan ke Botol kosong apa saja (asal steril) campuran tadi bisa menghasilkan kurang lebih 160 ml Hand Sanitizer.
  6. Jika ingin lebih baik lagi bisa ditambahkan vitamin E (bagus untuk kulit tangan) dan Essensial Oil dengan wangi sesuai kesukaan.
DIY Hand Sanitizer yang sudah jadi, cakep ya…

Nah mudah sekali bukan membuat DIY Hand Sanitizer, murah lagi dan bahan-bahan juga mudah di dapat. Mudah-mudahan kedua bahan ini tidak diborong juga oleh orang-orang gara-gara virus Corona.

Itu tadi cara membuat Hand Sanitizer, jika ada kebingungan silahkan berkomentar di bawah.

Begini caranya pakai Whatsapp di PC atau Laptop

Whatsapp merupakan platform sosial media yang sangat populer saat ini, hampir semua pengguna Smartphone menginstal aplikasi Whatsapp. Kegunaan Whatsapp pun sangat banyak, mulai berkirim pesan, gambar, suara, video, dokumen dan lain-lain. Namun banyak yang belum tahu bahwa Whatsapp tidak hanya bisa diakses atau dijalankan melalui Smartphone saja, ternyata Whatsapp dapat dijalankan di Web browser sebuah PC atau Laptop. Bagaimana caranya, simak di bawah ini.

Kegunaan mengakses Whatsapp melalui PC atau Laptop

Hampir tidak ada bedanya kegunaan mengakses Whatsapp di Smartphone dan PC atau Laptop. Namun satu kelebihan yang bisa dinikmati Whatsapp for Web adalah kita dapat mengakses dokumen, foto, video, voice recorder dan lain-lain langsung dari PC atau laptop kita.

Misalnya kita memerlukan sebuah dokumen yang dikirimkan teman kita, katakanlah sebuah file Word atau Pdf. Saat kita menggunakan Whatsapp di smartphone kita mungkin sedikit kesulitan mengubah atau mengedit dokumen tersebut, namun jika kita mengakses Whatsapp melalui PC atau laptop, maka dokumen tersebut dapat langsung kita olah, edit dan dikirim kembali ke orang lain.

Whatsapp for web juga sangat berguna salah satunya buat kamu yang bergerak di dunia bisnis, misalnya bisnis percetakan. Saat pelanggan mengirim contoh dokumen yang mau dicetak kamu bisa dengan segera mengolahnya dan mengirim kembali previewnya kepada pelanggan kamu. Jika pelanggan kamu belum setuju, dia akan mengirimkan ralat, dan kamu pun dapat dengan segera mengerjakannya.

Berikut cara mengakses Whatsapp melalui PC atau Laptop

Pertama-tama buka Browser kamu di PC atau Laptop, dalam hal ini saya menggunakan Chrome. Di address Bar silahkan masukkan alamat https://web.whatsapp.com/ dan tekan Enter, maka kamu akan melihat tampil gambar Whatsapp for Web seperti gambar berikut ini:

Halaman Whatsapp for Web

Di halaman tersebut kamu dapat melihat ada QR Code, nah QR Code ini harus kamu Scan melalui Aplikasi Whatsapp di Smartphone kamu. Silahkan buka Aplikasi Whatsapp di Smartphone kamu dan klik pada menu yang ada tiga titik di kanan atas Aplikasi Whatsapp-mu, lalu pilih menu Whatsapp for Web, dan kamu akan melihat aplikasi Whatsapp tersebut akan membuka kamera untuk memindai (scan) QR Code yang tadi kamu buka di PC atau laptop, silahkan arahkan kamera ke QR tersebut, maka kurang dari 2 detik Whatsapp di PC atau Laptop kamu akan segera dijalankan. Silahkan lihat ketiga gambar di bawah ini mulai dari gambar 1, 2 dan 3.

Gambar 1
Gambar 2
Gambar 3

Setelah berhasil maka kamu akan melihat tampilan Whatsapp for web seperti gambar di bawah ini:

Tampilan Whatsapp Web

Bagaimana caranya keluar dari Whatsapp Web tersebut?

Saat Whatsapp for Web sudah aktif di PC atau Laptop kamu, umumnya akan muncul icon tanda Whatsapp Web sedang aktif di bagian atas notification bar Smartphone kamu seperti gambar di bawah ini:

Icon Whatsapp Web sedang aktif pada status Bar Smartphone
Icon Whatsapp Web sedang aktif pada status Bar Smartphone

Nah, kamu dapat keluar dengan mudah dari sesi aktif Whatsapp Web tersebut dengan cara membuka kembali menu yang titik tiga di kanan atas Whatsapp Smartphone kamu, kemudian pilih menu Whatsapp for Web, lalu kamu pilih Logout for all device seperti gambar di bawah ini:

Perhatikan pada gambar diatas, di kolom merah menjelaskan bahwa Whatsapp Web sedang aktif pada kedua browser, yaitu Edge dan Chrome, atau aktif di dua PC atau Laptop. Untuk keluar dari semua browser PC atau Laptop kamu cukup menekan tombol Log out from all devices saja, dan Whatsapp smartphone kamu akan kembali membuka kamera untuk memindai QR Code, sedangkan di PC atau Laptop yang tadinya dipakai membuka Whatsapp akan menampilkan QR Code yang siap untuk di pindai (scan) kembali.

Oya, jika Smartphone kamu tidak mendapat signal atau tidak terhubung ke jaringan seluler maupun WiFi, maka Whatsapp for Web pun tidak akan bisa diakses. Demikian juga jika baterai Smartphone kamu lowbatt, maka Whatsapp for web akan mengingatkan kamu bahwa baterai smartphone sudah lowbatt. Jika ada panggilan suara maupun video call kamu tidak bisa menggunakan Whatsapp for web ini, tapi aplikasi Whatsapp for web ini akan meningatkan kamu bahwa ada panggilan masuk.

Nah itu tadi caranya mengakses Whatsapp melalui PC atau Laptop, mudah sekali bukan, jika ada hal-hal yang kurang jelas silahkan berkomentar saja di bawah. Selamat mencoba.

Mudah sekali, cara balas pesan Grup WA secara Pribadi, yuk simak di bawah ini.

Grup Whatsapp adalah salah satu fitur canggih yang dibuat dengan tujuan memudahkan komunikasi yaitu mengirim pesan, gambar, audio dan file-file secara sekaligus tanpa perlu mengirim ke pribadi-pribadi. Manfaat Grup WA menurut kami jauh lebih banyak ketimbang mengirim pesan secara personal atau dua arah, namun manfaatnya tidak dibahas dalam artikel ini. Dalam artikel ini kami akan menjelaskan bagaimana cara membalas pesan dalam grup whatsapp secara pribadi, simak caranya di bawah ini.

Mengapa perlu membalas pesan Grup Whatsapp secara pribadi?

Salah satu alasan membalas pesan dalam Grup Whatsapp secara pribadi adalah agar pesan tersebut dapat dibahas secara pribadi bersama si pengirim pesan. Alasan lain adalah agar tidak terjadi keributan balas membalas dalam grup whatsapp yang tidak ada henti-hentinya sehingga tidak jarang menyebabkan pembahasan malah keluar dari subjek utama. Adapun cara membalas pesan di grup whatsapp secara pribadi adalah sebagai berikut.

Buka Grup Whatsapp dan cari pesan yang mau dibalas secara pribadi.

Silahkan kamu buka grup whatsapp di smartphone kamu, dan cari pesan yang akan dibalas secara pribadi.

Sorot pesan grup whatsapp yang akan dibalas secara pribadi dengan menekan agak lama pada pesan tersebut.

Langkah selanjutnya yang harus kamu lakukan setelah menemukan pesan grup whatsapp yang akan dibalas secara pribadi adalah kamu harus menyorotnya dengan cara menekan agak lama pesan tersebut (1 sampai 2 detik).

Tekan menu titik tiga di kanan atas grup whatsapp.

Selanjutnya perhatikan ke sebelah kanan atas grup whatsapp kamu dan temukan tombol menu (ada tiga titik) di atas seperti pada tampilan gambar di bawah ini, kemudian klik menu tersebut.

Menu tiga titik di kanan atas

Pilih menu Reply Privately atau Balas secara Pribadi

Setelah menekan tombol menu tiga titik di atas anda akan melihat ada dua pilihan menu lagi, yaitu Reply Privately dan Message (si pengirim pesan tanpa membalas pesan yang telah dia kirim ke grup atau membuka pesan baru). Kamu pilihlah Reply Privately atau Balas secara pribadi. Selanjutnya kamu akan dibawa ke chat room secara pribadi dengan si pengirim pesan, dan si pengirim pesan akan segera tahu bahwa pesan yang anda kirim adalah menanggapi pesan yang telah dia kirim ke grup.

Ketikkan pesan anda di kolom pesan

Setelah itu, silahkan anda ketik pesan tanggapan anda di kolom isi pesan seperti anda membalas pesan pada umumnya.

Setelah mengetik pesan tanggapan anda silahkan tekan tombol kirim.

Jika anda merasa bahwa pesan tanggapan atau balasan anda sudah benar silahkan tekan tombol kirim. Jika pesan tersebut terkirim maka si penerima pesan akan mengerti bahwa pesan tersebut merupakan tanggapan anda terhadap pesan yang dia kirim ke grup. Anda hanya tinggal melanjutkan pembahasan secara pribadi untuk seterusnya.

Nah jika langkah-langkahnya anda lakukan secara tepat, maka anda telah berhasil membalas pesan secara pribadi di grup whatsapp. Jika ada masalah silahkan berkomentar di bawah ini. Selamat mencoba.

The Site Is Experiencing Technical Difficulties, bagaimana cara mengatasinya?

Sebagai pemilik website dengan platform WordPress pasti pernah menerima pesan Error “The Site Is Experiencing Technical Difficulties”. Hal ini tentu membingungkan. Namun anda jangan khawatir karena berikut akan dijelaskan cara mengatasinya.

Penyebab error “The Site Is Experiencing Technical Difficulties”.

Ada beberapa penyebab error tersebut diantaranya adalah:

  • Tema, plugin, atau versi PHP yang anda gunakan mungkin sudah tidak update jadi anda harus menyesuaikannya.
  • Bisa saja terjadi Error tanpa disengaja pada saat anda meng-install atau memperbarui tema maupun plugin wordpress anda.
  • Antara Tema dan plugin yang anda gunakan mungkin saja tidak kompatible antara satu sama lain.

Cara mengatasi error “The Site Is Experiencing Technical Difficulties”.

1. Anda dapat memeriksa email kiriman dari server wordpress ke webmail yang anda gunakan saat menginstal wordpress.

Server WordPress biasanya secara otomatis mengirim pesan error log ke webmail yang pernah anda gunakan untuk mendaftar atau menginstal wordpress pertama kali, sebaiknya anda memeriksanya dan jangan lupa cek folder spam juga dan cari apakah ada email dari wordpress tentang error “The Site Is Experiencing Technical Difficulties”. Jika ada, wordpress akan memberikan solusi mengatasi error tersebut langsung di email, anda cukup mengikuti prosesnya saja. Namun jika hal pertama ini tidak berhasil, anda dapat mencoba hal kedua berikut ini.

2. Memperbaiki Tema yang anda gunakan.

Terkadang error “The site is experiencing technical difficulties” adalah bisa disebabkan oleh tema WordPress Anda yang mengalami error. Oleh karena itu, Anda perlu mengganti nama folder tema anda.

Karena dashboard wordpress tidak dapat diakses, maka anda dapat melakukannya melalui cPanel. Silahkan anda buka direktori wp-content, lalu klik kanan pada folder “theme” dan pilih rename. Tambahkan “backup” di belakang nama folder tanpa menambahkan spasi hingga menjadi “themebackup”.

Setelah itu, cobalah untuk login ke dashboard lagi. Jika Anda masih belum dapat mengaksesnya, bukalah kembali folder “theme” dan tambahkan kata “backup” pada folder tema yang sedang aktif.

Apabila cara ini tidak berhasil, Anda perlu menghubungi customer support atau developer tema tersebut.

3. Perbaikan Plugin.

Cara ini sama dengan yang telah dibahas di atas. Hanya saja, Anda mengganti nama folder plugin.

Bila belum berhasil, ubah pula nama folder plugin aktif secara satu per satu. Setiap Anda mengganti nama satu folder, coba login kembali.

4. Upgrade Plugins

Jika dashboard WordPress tidak dapat diakses setelah meng-update sebuah plugin, Anda masih bisa menggantinya dengan versi sebelumnya.

Untuk melakukannya, Anda perlu mencari halaman plugin tersebut di repository WordPress. Setelah masuk, temukan tombol “Advanced view” di atas informasi rating. Scroll ke bagian paling bawah dari halaman tersebut, lalu pilih versi yang diinginkan dan klik tombol download.

Langkah selanjutnya adalah meng-extract folder plugin tersebut, lalu memasukkannya ke wp-directory setelah menghapus versi plugin yang lebih baru.

5. Upgrade versi PHP.

Beberapa pengguna mungkin tidak memperhatikan versi PHP yang mereka gunakan ketika membeli layanan web hosting.

Namun demikian, tidak semua plugin dan tema WordPress mendukung PHP versi lama. Terutama, WordPress 5.2 menganjurkan Anda untuk menggunakan PHP 7.1 atau 7.2.

Untuk para pengguna cPanel, memeriksa dan memperbarui versi PHP sangatlah mudah. Setelah masuk ke dalam cPanel, cari kategori “software” > “Select PHP Version”. Jika Anda masih menggunakan versi lama, klik kotak di bawah tulisan “Current PHP version” lalu klik tombol “Set as current”.

Ketahui Cara Export WordPress ke BlogSpot, Gampang Banget

Banyak penulis yang iseng-iseng menulis di blog seperti WordPress atau BlogSpot. Kedua platform ini memang yang paling banyak digunakan untuk membangun website atau blog baik untuk kepentingan pribadi maupun untuk ajang bisnis. Lalu apa perbedaan di antara keduanya? Meski hampir sama, ada beberapa perbedaan yang akan dibahas lebih lanjut di bawah ini.

Selain itu, pembahasan kali ini juga akan memberikan step by step cara export WordPress ke BlogSpot dengan mudah. Jadi, pemilik blog tidak perlu khawatir lagi jika ingin memindahkan platform nya ke tetangga sebelah. Simak baik-baik penjelasan secara lengkap di bawah ini.

Apa Bedanya WordPress dengan BlogSpot?

Secara umum, WordPress dan BlogSpot adalah sama, yaitu sebuah platform yang bisa digunakan untuk membangun blog secara gratis dan berbayar. Keduanya merupakan platform yang paling banyak digunakan oleh pengguna internet. Jika ditanyakan mengenai perbedaannya, mungkin yang membedakan adalah mengenai fitur nya, itu pun secara umum hampir sama. Berikut ini beberapa perbedaan antara WordPress dengan BlogSpot, antara lain:

  • Server Hosting dan Domain

Untuk urusan hosting, BlogSpot menyediakan gratis dan tidak terbatas, sedangkan WordPress menyediakan hosting terbatas. Namun, saat diubah menjadi versi berbayar, WordPress akan menyediakan hosting dari pihak ketiga sekalian dengan nama domain nya. Sedangkan pada BlogSpot hosting nya sudah gratis, jika diubah menjadi versi berbayar maka perlu diperhatikan aturannya, jika tidak blog akan langsung di hapus.

  • Fitur dan Fasilitas

Mengenai fitur dan fasilitas di dalam blog, WordPress memegang kendali daripada BlogSpot. hal ini dikarenakan fitur pada WordPress sangat banyak hingga ribuan yang tersedia dalam bentuk plugin, jika ingin menggunakan tinggal di download plugin nya. Sedangkan di BlogSpot, Anda seperti tidak bisa bergerak bebas atau tidak bisa terlalu banyak explore karena fitur nya juga sedikit, hanya bermain di Script HTML. Jadi, fitur dan fasilitas blog yang lebih unggul yaitu WordPress.

  • Template Blog

Template pada BlogSpot memiliki ekstensi HTML, yang artinya Anda bisa mengotak-atik secara bebas tanpa harus menjadi ahli karena cukup mudah dilakukan. Sedangkan WordPress memiliki ekstensi PHP pada template nya dan tidak semua orang bisa melakukan pengolahan PHP karena sifatnya lebih paten. Butuh seorang ahli PHP untuk melakukan edit atau customized template pada WordPress. Jadi, editing atau customized template lebih mudah dilakukan pada BlogSpot.

  • SEO (Search Engine Optimization)

Berbicara mengenai SEO, semua pasti ingin belajar dan jago SEO karena untuk berbisnis di internet SEO sangat dibutuhkan. Beberapa orang bilang bahwa SEO di WordPress lebih manjur karena langsung dari plugin SEO, namun jika dilihat dari hasil pencarian di Google yang banyak muncul adalah BlogSpot. Namun, itu juga tidak bisa dijadikan tolak ukur karena bisa saja bentuk WordPress yang sudah TLD.

  • Monetize AdSense

Untuk monetize sendiri, BlogSpot memang lebih mudah digunakan daripada WordPress. Pasalnya, BlogSpot sudah dilengkapi dengan fitur HTML Java Script sehingga bisa langsung memasang kode iklan di sana. Sedangkan untuk memasang iklan dan berpenghasilan di WordPress, harus diubah ke TLD dulu dan masih ada langkah-langkah lainnya. Memang sedikit lebih rumit, meski ujung-ujung sama-sama bisa memasang iklan.

Cara Export WordPress ke BlogSpot

Nah, untuk selanjutnya membahas mengenai tahap-tahap atau tutorial export WordPress ke BlogSpot. Secara singkat yaitu melakukan export WordPress, melakukan konversi file .xml, menyembunyikan BlogSpot sementara dan yang terakhir melakukan import ke BlogSpot. Secara lebih lengkap akan dijelaskan per tahap seperti di bawah ini.

Tahap 1: Export File dari WordPress

Tahap pertama yang harus dilakukan adalah melakukan export file dari WordPress, langkah-langkahnya seperti berikut ini:

  • Masuk ke Dashboard WordPress dan klik menu ToolsExport pada menu bar di sebelah kiri.
  • Selanjutnya, centang pada pilihan All Content, lalu klik tombol Download Export File, seperti di bawah ini.

  • Lalu akan muncul kotak dialog penyimpanan file .xml, biasanya dengan format namablog.wordpress.tahun-bulan-tanggal.xml, seperti pada gambar di bawah ini.

Tahap 2: Convert File .xml WordPress ke Versi BlogSpot

File yang tadi sudah di download belum bisa langsung di import ke BlogSpot. Oleh karena itu, perlu di konversi atau convert ke versi BlogSpot terlebih dahulu, caranya seperti di bawah ini:

  • Gunakan website konversi untuk membantu Anda mengonversi file.xml WordPress menjadi versi BlogSpot, klik link berikut ini
http://wordpress2blogger1.appspot.com/
  • Selanjutnya, klik tombol Choose File, lalu pilih file .xml yang sudah di download dari WordPress tadi.
  • Kemudian klik tombol Convert untuk melakukan konversi.
  • Setelah selesai proses convert, akan muncul file baru pada kotak dialog penyimpanan. File nya akan bernama blogger.export.xml lalu centang Save File dan klik OK, seperti gambar di bawah ini.

Tahap 3: Sembunyikan Blog dari Mesin Pencari

Sebelum melakukan import ke BlogSpot, disarankan untuk menyembunyikan sementara BlogSpot Anda dari mesin pencari. Hal ini dilakukan agar Mesin Pencari tidak menganggap blog Anda sebagai spam karena isinya sama dengan blog lama. Caranya cukup mudah, ikuti langkah-langkah berikut ini:

  • Masuk ke Dashboard BlogSpot, lalu klik menu Settings dan pilih sub menu Basic di menu bar sebelah kiri.
  • Di sebelah kanan pada bagian Privacy, klik Edit, seperti pada gambar berikut ini.

  • Selanjutnya ada dua pertanyaan yaitu ‘add your blog to our listings?’ dan ’let search engines find your blog?’. Nah, keduanya ini silahkan Anda klik Centang pada jawaban NO lalu klik tombol Save Changes, seperti gambar di bawah ini.

Tahap 4: Import File .xml ke BlogSpot

Nah, pada tahapan yang terakhir ini Anda tinggal melakukan import file yang sudah di convert ke BlogSpot. Berikut ini langkah-langkahnya, antara lain:

  • Pada Dashboard BlogSpot, klik menu Settings lalu klik sub menu Other pada menu bar di sebelah kiri tampilan BlogSpot.
  • Kemudian di sebelah kanan pada menu Import & back up, pilih dan klik tombol Import Content, seperti gambar berikut ini.

  • Selanjutnya muncul kotak dialog, untuk import file silahkan klik tombol Browse dan cari file .xml yang sudah di convert tadi.
  • Setelah itu Anda akan diminta Verifikasi dengan memasukkan Captcha, lalu klik tombol Import Blog, seperti gambar di bawah ini.

Selanjutnya, silahkan tunggu saja prosesnya hingga selesai, biasanya akan muncul seperti loading berputar. Setelah proses import berhasil, Anda bisa menghapus file di blog lama dan membuka pengaturan sembunyi sementara yang tadi sudah dilakukan. dengan begitu, selesai lah sudah proses pemindahan atau export dari WordPress ke BlogSpot.

Nah, itulah cara untuk export atau memindahkan blog dari WordPress ke BlogSpot. Sebenarnya, konsep atau cara kerjanya sama saja antara export WordPress ke BlogSpot atau sebaliknya. Silahkan dicoba, semoga berhasil.

Begini Caranya Export Blogspot blogger ke WordPress

Jika Anda merupakan blogger atau penulis blog, pasti memiliki platform blog untuk menampung inspirasi dan menuangkannya dalam bentuk tulisan. Blog memang memiliki banyak fungsi dan juga bermanfaat untuk pengguna internet yang mencari informasi melalui tulisan di blog. Budaya menulis di blog dan mencari informasi melalui tulisan di blog sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Hal ini dikarenakan banyaknya topik-topik menarik yang ditulis oleh blogger, seiring dengan banyaknya permintaan pasar atau pengunjung blog.

Platform blog itu sendiri bermacam-macam pilihannya, ada yang gratis dan juga berbayar. Platform yang paling banyak diminati hingga saat ini yaitu BlogSpot dan WordPress. Keduanya memang paling banyak dipakai oleh blogger dan dua-duanya bisa dimanfaatkan secara gratis. Namun, bisa juga diupgrade ke versi berbayar dengan fitur yang lebih banyak dan lengkap.

Membangun Sebuah Blog

Untuk membangun blog, Anda perlu memikirkan tujuan atau alasannya terlebih dahulu. Untuk apa blog itu dibuat dan akan diisi dengan konten jenis apa. Blog itu sendiri bisa dimanfaatkan untuk berbagai macam kebutuhan, di antaranya seperti berikut ini:

  • Blog pribadi atau jurnal, umumnya diisi dengan kegiatan atau pengalaman sehari-hari penulis
  • Blog perusahaan atau instansi, merupakan blog company profile untuk memperkenalkan perusahaan atau instansi terkait
  • Blog untuk berjualan atau berdagang online, merupakan blog khusus untuk toko online

Kemudian bisa mencari tahu dan memutuskan platform apa saja yang bisa digunakan untuk membuat blog sesuai dengan kebutuhan blog Anda. Setelah itu, rajin-rajinlah mengisi konten agar blog semakin besar dan tersebar luas di internet.

Nah, saat pertama kali membuat blog Anda pasti akan berusaha untuk membangun blog agar banyak dikunjungi oleh pengguna internet. Dengan begitu blog yang dikelola bisa tersebar luas di internet. Namun, bagaimana jika Anda ingin pindah platform? Misalnya saat pertama kali membangun blog menggunakan BlogSpot, lalu saat ini ingin pindah ke platform WordPress.

Memindahkan atau Export BlogSpot ke WordPress

Tenang saja, keinginan Anda bisa terwujud kok, asalkan memiliki akses ke admin BlogSpot dan admin WordPress. Di bawah ini akan dijelaskan tutorial atau cara export BlogSpot ke WordPress dengan mudah. Secara umum, caranya ada dua yaitu memindahkan dan mengalihkan traffic pengunjung. Nah, untuk penjelasan yang lebih lengkap, simak baik-baik tutorial di bawah ini.

Step 1: Memindahkan BlogSpot ke WordPress

Hal pertama yang dilakukan adalah masuk ke admin BlogSpot dan melakukan back up data. Nah, data itulah yang nanti akan disimpan lalu dipindahkan ke WordPress. Langkah-langkahnya seperti berikut ini:

  • Pertama, masuk ke admin BlogSpot
  • Kemudian masuk ke menu Setting dan klik sub menu Other
  • Selanjutnya, lakukan proses backup data dengan cara klik tombol Back up content pada daftar menu Import & back up, file yang di download akan muncul dalam format .xml

Hal kedua yaitu masuk ke admin WordPress untuk memasukkan atau import data ke WordPress. Caranya seperti berikut ini:

  • Pertama-tama, masuk ke admin WordPress

  • Di tampilan depan atau dashboard, pilih menu Tools lalu klik sub menu Import

  • Kemudian pada pilihan Blogger, klik Install Now

  • Setelah itu, tulisan Install Now akan berubah menjadi Run Importer,lalu klik Run Importer

  • Kemudian akan muncul kotak dialog seperti di bawah ini, silahkan klik tombol Choose File dan pilih file dengan formal .xml yang sebelumnya sudah di download dari BlogSpot. Setelah selesai memilih file atau data yang akan di import langsung saja klik tombol Upload File and Import

Selesai lah sudah proses export atau pemindahan data dari BlogSpot ke WordPress. Data yang di export atau dipindahkan tadi antara lain seperti data user, post, komentar dan data-data lainnya. Namun, ada satu hal yang tidak bisa dipindahkan dengan back up data yaitu traffic pengunjung, karena traffic tersebut ditentukan oleh pengunjung itu sendiri.

Step 2: Mengalihkan Traffic Pengunjung

Nah, setelah selesai memindahkan data dari BlogSpot ke WordPress, langkah selanjutnya yaitu mengalihkan traffic pengunjung. Hal ini perlu dilakukan agar pengunjung Blog lama di BlogSpot mulai mengubah haluan ke WordPress sebagai platform blog baru Anda.

Solusi yang bisa ditawarkan adalah membuat redirection atau semacam pengalihan dari blog/website lama ke blog baru. Ada banyak sekali cara yang bisa dilakukan, namun yang paling mudah adalah dengan memanfaatkan plugin. Plugin yang bisa dimanfaatkan juga bermacam-macam, namun salah satunya yaitu ‘Blogger to WordPress’ yang akan dibahas pada tutorial di bawah ini, yaitu:

  • Cari plugin ‘Blogger to WordPress’ melalui menu Plugin lalu klik sub menu Add New

  • Kemudian tuliskan ‘Blogger to WordPress’ pada Kotak Pencarian di kanan atas, maka akan muncul banyak pilihan plugin di bawah nya

  • Pilihlah salah satu plugin, kali ini coba pilih plugin ‘Blogger to WordPress’ dan klik tombol Install Now dan secara otomatis plugin akan masuk ke dalam WordPress Anda dan bisa digunakan

Setelah plugin berhasil di install pada blog atau website WordPress, selanjutnya yaitu proses konfigurasi template dari BlogSpot ke WordPress. Caranya seperti berikut ini:

  • Lalu kembali ke menu bar dan pilih menu Tools, klik plugin Blogger to WordPress Redirection

  • Selanjutnya masuk ke menu plugin dan klik tombol Start Configuration, di sini Anda akan diminta memilih domain blog yang akan dipindahkan. Klik tombol Get Code, maka Anda akan menerima template kode yang nantinya bisa dipasang pada blog atau website. Jika proses edit HTML nya sudah selesai, klik tombol Verify Configuration.

Berikut ini cara atau proses edit HTML di BlogSpot, antara lain:

  • Pertama, masuk kembali ke admin BlogSpot, lalu klik menu Theme dan scroll ke bawah lalu klik Revert to Classic Theme

Nah, setelah edit HTML selesai, barulah coba diklik tombol Verify Configuration pada plugin ‘Blogger to WordPress’ tadi. Hal ini dilakukan untuk melakukan pengecekan apakah fungsi redirection nya sudah bekerja dengan baik atau belum. Plugin tersebut selanjutnya akan menyediakan link ke blog lama atau BlogSpot. Link tersebut jika diklik akan mengarah ke blog baru Anda yaitu WordPress.

Itulah tutorial atau cara export blog BlogSpot ke WordPress dengan mudah dan tidak memerlukan waktu yang cukup lama. Cara ini juga mudah dipahami dan bisa langsung praktik karena sudah tersedia dengan gambar screenshot nya. Dengan begitu, blogger yang memulai karier blog nya dengan membangun Blog BlogSpot tidak perlu khawatir jika ingin pindah platform blog ke WordPress.

Mudah sekali, cara mengisi data di Google Form, Yuk baca sampai habis.

Pada zaman yang serba digital dan online ini, dibutuhkan fasilitas-fasilitas yang modern untuk memudahkan akses ke berbagai informasi. Itulah sebabnya Google membuat inovasi baru dengan meluncurkan google Form yang bertujuan memudahkan akses data elektronik di era sekarang ini.

Apa itu Google Form?

Google form adalah aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk membuat formulir secara online yang bertujuan diantaranya untuk: merencanakan sebuah acara, mengirim survey, memberikan kuis, memberikan pertanyaan essay, formulir pendaftaran online, pendataan (mengumpulkan data) serta sebuah sarana mengumpulkan informasi yang mudah dan efisien.

Dalam tulisan kali ini, saya hendak membahas tentang bagaimana cara mengisi formulir yang telah dibuat menggunakan Google Form secara mudah dan cepat tanpa ribet dan langsung dari tangan anda melalui Smartphone. Saya asumsikan bahwa ketika anda memiliki smartphone anda sudah memiliki akun google yang digunakan untuk mengaktifkan smartphone anda (walaupun sebenarnya anda bisa menggunakan smartphone tanpa membuat akun google).

Apakah anda sudah punya akun Google?

Pada umumnya semua smartphone baik Android maupun Apple wajib memiliki minimal satu akun google, karena akan digunakan untuk mendownload aplikasi dari Playstore untuk Android ataupun Appstore untuk pengguna iOS. Anda dapat memeriksanya melalui Smartphone anda masing-masing, saya tidak menjelaskannya di bagian ini. Baiklah, kita langsung pada intinya saja.

Bagaimana caranya mengisi Google Form? Simak di bawah ini.

Untuk mengisi Form pada google form terlebih dahulu anda harus memiliki link menuju form tersebut sebagaimana ditunjukkan pada gambar di bawah ini:

Link menuju google form

Jika anda sudah memiliki link google form seperti gambar di atas silahkan klik link tersebut hingga anda akan dibawa ke halaman login akun google terlebih dahulu seperti gambar di bawah ini:

Tidak semua pembuat/penyedia Google Form mengharuskan anda login menggunakan akun google anda, tergantung kepada bentuk Form yang mereka buat.

www.sintangweb.com
Halama Login akun Google sebelum mengisi Google Form

Ketika ditampilkan seperti gambar di atas, silahkan anda mengklik pada tombol Login, maka anda akan di bawa menuju halaman login akun google anda seperti gambar berikut ini:

Halaman Login akun google, silahkan masukkan username google anda.

Pada gambar di atas silahkan masukkan username anda, misalnya: namaakunsaya@gmail.com lalu kemudian klik tombol “Berikutnya” dan anda akan di bawa ke halaman password akun google anda seperti tampilan di bawah ini:

Halaman masukkan passord akun google, silahkan masukkan password anda.

Silahkan anda masukkan password akun google anda, lalu klik tombol “berikutnya” dan anda akan diarahkan langsung menuju Google Form atau Formulir google yang akan anda isi seperti tampilan berikut ini:

Tampilan google form yang akan diisi.

Pada tampilan di atas, silahkan anda mengisi formulir sebagaimana perintah yang disampaikan dalam formulir tersebut. Setelah selesai mengisinya, anda dapat memeriksa kembali apakah informasi yang anda berikan sudah benar atau tidak. Jika dirasa formulir sudah diisi dengan benar maka anda dapat mengklik tombol “Submit/kirim” tujuannya untuk mengirim informasi isian Formulir tersebut kepada penyedia/pembuat formulir. Biasanya penyedia formulir akan mengirimkan respon otomatis kepada pengisi formulir setelah anda mengklik Submit, yang menjelaskan bahwa formulir telah diisi dan dikirim kepada mereka sebagaimana tampilan di bawah ini:

Informasi respon penyedia formulir.

Perhatikan tampilan di atas. Jika anda merasa ada informasi yang belum lengkap anda sampaikan pada formulir tersebut, anda dapat mengeditnya dengan mengklik pada link “Edit your response” pada kolom merah tersebut. Anda akan di arahkan menuju formulir seperti pada gambar sebelumnya.

Jika tidak ada tombol atau menu “Edit your response”, itu artinya penyedia formulir tidak mengijinkan anda mengubah data lagi, anda harus berhati-hati mengisi semua data sebelum memutuskan untuk mengirimnya.

www.sintangweb.com

Nah, itu tadi cara mengisi formulir yang dibuat menggunakan Google Form. Semoga bermanfaat. Jika ada yang kurang jelas, silahkan scrool ke bagian paling bawah dan tinggalkan komentar anda. Salam sintangweb.

Cerdik dan Bijak Mengelola Pengaturan Komentar pada WordPress

Pada sebuah website atau blog biasanya terdapat kolom komentar di bawah artikel atau postingan, tempat para pengunjung maupun penulis berbagi komentar atau pendapat dan berinteraksi satu sama lain. Selain itu, komentar sebenarnya sangat penting untuk sebuah website karena akan ada kritik dan saran yang dilontarkan. Hal ini bisa Anda gunakan untuk memperbaiki kekurangan website Anda.

Kolom Komentar pada WordPress

Kolom komentar umumnya berada di bagian bawah artikel atau postingan. Bisa digunakan untuk menulis komentar oleh pengunjung ataupun penulis itu sendiri.

Banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan dari kolom komentar pada WordPress, di antaranya sebagai berikut :

  • tempat mengungkapkan kritik dan saran mengenai artikel yang ditulis ataupun mengenai website atau blog itu sendiri, sebagai feedback dari pengunjung untuk website yang lebih baik lagi.
  • sebagai tempat interaksi atau ajang tanya jawab antar pengunjung atau antara pengunjung dengan penulis.
  • membangun komunitas dan meraup banyak teman atau relasi sesama blogger ataupun beda komunitas.
  • dan lain sebagainya

Mengelola Pengaturan Komentar pada WordPress

Komentar pada WordPress akan menggunakan pengaturan bawaan atau default wordpress, sehingga setiap artikel yang Anda posting otomatis terdapat kolom komentar di bawahnya. Padahal, sebenarnya Anda bisa melakukan pengaturan lanjutan seperti menghilangkan kolom komentar dan lain sebagainya. Saya akan jelaskan beberapa di bawah ini.

1. Pingbacks pada WordPress

Sebelumnya Anda perlu tahu dulu mengenai pingbacks. Pingbacks merupakan semacam pemberitahuan kepada Penulis yang mengutip atau menggunakan konten Anda pada website atau blog mereka. Fungsinya persis seperti pelacak, Anda juga akan tahu siapa saja yang terhubung dengan konten Anda.

Untuk melakukan pengecekan, Anda bisa klik menu komentar atau comments. Selanjutnya akan muncul list seperti di bawah ini.

2. Pengaturan Lanjutan Komentar pada WordPress

Untuk melakukan pengaturan lanjutan, Anda bisa klik menu settings – discussion. Akan muncul beberapa pengaturan yang bisa Anda centang untuk mengaktifkan dan hapus centang untuk menonaktifkannya. Pengaturan bahasa pada wordpress default menggunakan bahasa inggris. Jika kesulitan, Anda bisa menggantinya ke bahasa indonesia.

3. Menambah atau Menghilangkan Kolom Komentar pada Halaman Tertentu

Sebuah halaman pada website secara default memiliki kolom komentar di bawahnya. Dan siapapun pengunjung dapat memberikan komentar. Namun, terkadang ada beberapa halaman yang tidak memerlukan komentar seperti halaman kontak atau profil website.

Jika Anda menginginkan sebuah halaman tidak diberi komentar, Anda bisa menonaktifkannya dengan cara membuka postingan atau halaman tersebut. Kemudian pada menu setting scroll ke bawah dan temukan sub menu discussion. Di sana Anda bisa menonaktifkan komentar dengan menghilangkan centang.

4. Mencegah Komentar yang Bersifat Spam

Jika website Anda mulai ramai dan banyak pengunjung, pasti akan ada saja yang namanya komentar spam yang tidak penting. Komentar spam bisa berupa link website atau malah virus. Untuk itu, Anda perlu plugin Akismet untuk mencegah komentar yang bersifat spam. Tenang saja, plugin ini sudah otomatis terinstall di wordpress.

Akismet akan melakukan scan terhadap semua komentar yang masuk. Jika dianggap sebagai spam, Anda akan tahu. Untuk mengaktifkan Akismet, Anda perlu menuju ke situs web-nya Akismet lalu mendapat key atau kunci terlebih dahulu. Setelah itu, key atau kunci tersebut bisa Anda gunakan untuk mengaktifkan Akismet.

Untuk melakukan pengaturan Akismet, klik menu settings – akismet anti-spam. Di sana Anda bisa masukkan API key lalu atur settingan-nya dan klik save changes.

Itulah beberapa hal yang perlu Anda ketahui agar lebih cerdik dan bijak mengeola pengaturan komentar pada wordpress. Selanjutnya silahkan Anda terapkan, selamat mencoba.